Dibalik kelakar.

Hai tuan,
tahukah kamu,
dibalik kelakar , ada ribuan hati yang beku
dan jutaan tangis yang sunyi?

Kau poles senyum,
keluarkan semburat tawa
menancapkan olok,
lalu jatuh berkeping keping.

Tangis mu tak akan jadi tawa, kawan
jika terus kau maki dan kau caci
tak berguna,
tak berguna.

Hidup lah dalam suram jika itu mau-mu
hiduplah dalam malam,
jangan harapkan pagi jika kau benci,
pagi pun enggan.

Hiduplah dalam kelakar jika itu mau-mu,
lantas,
matilah dalam tawa.

No comments:

Post a Comment