Lekas naik pelananya
Bila tak mau,
Ya mati muda
Lari dan lari
Lekas naik pelananya
Bila tak mau,
Ya mati muda
Sang kuda marah
Di saat Ia resah
Namun dia indah
Dalam gairah
Panas suatu besi
Bila dia di neraka
Namun jadi kendaraan
Bila dia di surga
Larilah dalam gairah
Larilah dalam gairah
Lagu berjudul "Lari" dalam album Sintas oleh Adrian Yunan
Lirik dan Musik : Adrian Yunan
Lagu dapat didengar di,
Adrian Yunan - Lari
Anotasi
Lari, merupakan suatu lagu yang sarat makna, bercerita tentang perjuangan hidup.
Adrian Yunan dalam albumnya, Sintas (KBBI : terus bertahan hidup, mampu mempertahankan keberadaannya), menggunakan perumpamaan kuda dan pelana sebagai suatu perjuangan melawan penyakit yang Ia derita sejak tahun 2010.
"Lekas naik pelananya. Bila tak mau, ya mati muda"
Perjuangan untuk melanjutkan hidup dan tidak dikalahkan oleh penyakit serta keterbatasan yang dimiliki, merupakan pesan dalam lagu "Lari". Dalam kehidupan pribadinya, Adrian-pun melewati proses untuk menerima kenyataan akan penyakit yang Ia derita. Dan pada akhirnya, Ia sampai pada titik balik, di saat Ia mulai bangkit dan menulis lagu, yang juga sebagai salah satu "terapi" bagi dirinya. Itulah saat dimana Ia "naik pelana".
"Panas suatu besi, bila dia di neraka. Namun jadi kendaraan, bila dia di surga"
Bait ini bermakna dan sekaligus mengajak manusia untuk berdamai dengan kenyataan. Suatu besi (dapat diibaratkan dengan permasalahan dalam hidup) jika terus menerus dibenci, terasa panas-lah Ia. Selayaknya manusia, yang gundah dan gusar ketika menganggap permasalahan itu "neraka".
Namun sebaliknya, ketika besi tersebut dapat diterima dan manusia dapat berdamai dengannya, surga terasa. Besi tersebut berguna sebagai "kendaraan" untuk mengangkut manusia ke tempat yang dituju.
*Anotasi merupakan pandangan subjektif penulis terhadap lagu dengan beberapa tambahan sumber.
*Anotasi dapat berarti lain dan tidak mutlak
No comments:
Post a Comment