n Huk sikap yang mengaitkan segala tindakan dengan hal yang mendatangkan kentungan
para seniman bosan kelaparan,
para pekerja bersimpuh minta naik gaji
kami masih lapar,
kami kaum marginal
yang perlu makan
dari remah remah hasil dagangan
yang perlu makan
dari remah remah hasil dagangan
kami masih lapar,
sehingga kami tidak menawar harga pada guyonan kemarin,
yang kami ingat harga beras di toko bulan ini
kami masih lapar,
sehingga kami melupakan harga pekikan Ibu yang membangunkan tadi pagi
tetapi kami ingat potongan harga baju-baju di jendela toko tadi
kami masih lapar,
sehingga kami dibutakan oleh stempel harga barang-barang di toko seberang
kami masih lapar,
sehingga kami mengorbankan uang demi sebuah gengsi.
kami masih lapar.
Tapi kami akan kembali kalau sudah kenyang,
nanti saat kami tahu bahwa hidup tak melulu soal keuntungan.
dan saat kami sadar
bahwa lapar telah mengotori pikiran kami dengan komersialisme dan komplotannya.
dan saat kami sadar
bahwa lapar telah mengotori pikiran kami dengan komersialisme dan komplotannya.

No comments:
Post a Comment