Ada suara-suara gaib,
dan pikiran tak kasat mata.
Ada suka yang raib,
dan duka yang melanda.
Derap langkahku lunglai,
seperti ada besi yang terkait di tungkai.
Semakin hari semakin merasa tak pandai,
mengolah asa dari pikiran yang landai.
Kemarin pekat,
di sana berkabut.
Sekarang pucat,
lalu merajuk dan kusut.
Ah,
Aku telisik,
aku bergidik.
Aku masih belum bisa membaca dengan baik.
No comments:
Post a Comment